museum penjara

Belajar Sejarah di Museum Penjara, Satu-satunya di Indonesia

Terkenal sebagai Kota Apel, tidak heran banyak makanan dengan bahan dasar apel yang kemudian menjadi oleh oleh khas Malang. Tentu saja ada juga oleh-oleh khas Malang yang tidak terbuat dari Apel seperti Pia Mangkok yang merupakan Pia khas Malang, Beberapa oleh-oleh ini bahkan mungkin tidak bisa kamu temukan di tempat lain.

Nah, selain makanan khasnya, tahukanh kamu bahwa ada satu museum unik di Malang yang mungkin juga tidak akan kamu temukan di tempat lain di Indonesia. Unik, karena letaknya yang berada di tengah-tengah penjara.

Ya, Museum Pendjara Lowokwaroe, sesuai dengan namanya, memang terletak di dalam penjara. Tepatnya, museum ini berada di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Malang, yang sebelumnya bernama Penjara Lowokwaru, Kota Malang. Bangunan lapas Kelas 1 Malang memang memiliki kaitan yang kuat dengan sejarah Indonesia selama masa penjajahan.

Sejarah Singkat Museum Penjara

Penjara ini bahkan mengalami tiga pergantian masa, yakni masa penjajahan Belanda, masa penjajahan Jepang dan masa Kemerdekaan. Selama masa itu,  atau  pada periode 1921-1964, bangunan penjara ini pernah dijadikan sebagai tempat interogasi pada pejuang kemerdekaan selama penjajahan Jepang. Kemudian pada periode 1964-1987, penjara ini digunakan sebagai tempat pembinaan narapidana.

Bagian atau banguan penjara yang digunakan sebagai museum sendiri, dibangun pada tahun 1918 dan merupakan peninggalan zaman Belanda. Bangunan ini berbentuk cekungan yang terbua dari semen dan dilapisi dengan bebatuan besar. Tepatnya, berada di bawah tandon air yang digunakan di zaman Belanda.

Pada bagian depan bangunan ini, terdapat tulisan besar di masing-masing cekungannya yang berbunyi “Pendjara Lowokwaroe” dan “Anno – 1918”. Tulisan ini sudah ada sejak awal pembangunan Lapas dan masih bisa ditemukan hingga sekarang.

Melihat usia dan sejarah banguan ini, tidak heran Penjara Lowokwaroe memiliki banyak barang-barang antik peninggalan sejarah di dalamnya.

Inilah salah satu alasan mengapa akhirnya museum dalam penjara ini dibuka. Anak Agung Gde Krisna, selaku Kepala Lapas Kelas I Lowokwaru Malang, dikutip dari laman Kabarmalang.com mengatakan, semangat untuk memelihara sejarah dan menghargai sejarah menjadi kunci dari peresmian museum ini. Selain itu, dengan digunakannya penjara ini sebagai museum, diharapkan dapat juga membantu merawat benda-benda bersejarah yang terdapat di dalamnya.

Koleksi Barang Museum Penjara

Barang-barang koleksi di Museum Pendjara Lowokwaroe ini kebanyakan berasal dari tahun 1950 hingga 1960, yang menjadi saksi bisu perjalanan Lapas mulai dari zaman kolonial Belanda hingga saat ini. Mulai dari kendaraan, genset lawas, ranjang besi, mesin tenun, mesin foto copy, alat pemadam kebakaran, hingga wajan berukuran raksasa bisa pengunjung temukan di museum ini.

Selain itu, pengunjung juga bisa menemukan beberapa dokumentasi perkembangan lapas dari masa ke masa, seperti foto keadaan lapas dan kegiatan warga binaan lapas.

Uniknya, barang-barang bersejarah yang menjadi koleksi ini, dikumpulkan dan ditata secara swadaya dengan mengajak seluruh warga binaan lapas. Beberapa barang-barang yang tadinya dilupakan dan nyaris tak terawat pun dibersihkan dan dipajang di dalam museum.

Misalnya saja kuali seberat 1,2-ton yang digunakan pada tahun 1970an untuk memasak makanan warga binaan yang diletakkan di depan museum. Ada juga dua unit truk yang pernah digunakan sebagai alat transportasi mengangkut tahanan.

Ke depannya, barang-barang koleksi museum ini masih akan bertambah, karena hingga saat ini pihak lapas pun masih mencari dan mengumpulkan barang peninggalan sejarah lainnya. Bahkan, rencananya, Museum Pendjara Lowokwaroe akan berkolaborasi dengan lapas lain di kawasan Kecamatan Ngajum untuk menambah koleksi barang bersejarahnya.

About admin

Check Also

ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (M513)

Laptop Anti Mahal : ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (M513)

ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (M513) – Laptop dengan layar OLED biasanya diasosiasikan dengan harganya …